Skip to content

V-Model

January 23, 2013

Image

Dalam proses model Waterfall dasar melihat beberapa kelemahan atau keterbatasan dalam model yang mulai model SDLC baru. Seperti yang kita lihat dalam model Waterfall isu-isu yang ditemukan di akhir SDLC, hal ini disebabkan pengujian yang terjadi pada tahap akhir dari SDLC Anda. Untuk mengatasi masalah ini V-Model yang datang ke dalam gambar. Itu selalu lebih baik untuk memperkenalkan pengujian dalam tahap awal SDLC, seperti dalam model ini kegiatan pengujian akan dimulai dari tahap awal SDLC.

Sebelum memulai pengujian yang sebenarnya, tim pengujian harus bekerja pada berbagai kegiatan seperti penyusunan Strategi Uji, Uji Perencanaan, Penciptaan kasus Uji & Test Scripts yang bekerja paralel dengan kegiatan pembangunan yang membantu untuk mendapatkan tes diserahkan tepat waktu.

Dalam Model Pengembangan Perangkat Lunak Siklus Hidup V, berdasarkan informasi yang sama (persyaratan spesifikasi dokumen) kegiatan pembangunan & pengujian dimulai. Berdasarkan dokumen persyaratan tim pengembang mulai bekerja pada desain & setelah selesai pada desain mulai implementasi aktual dan tim pengujian mulai bekerja pada perencanaan pengujian, menulis uji kasus, script pengujian. Kedua kegiatan bekerja sejajar satu sama lain. Dalam model Waterfall & V-model mereka cukup mirip satu sama lain. Karena itu adalah Uji Perangkat Lunak paling populer Hidup Model Siklus sehingga sebagian besar organisasi mengikuti model ini.

V-model juga disebut sebagai Verifikasi dan model Validasi. Kegiatan pengujian tampil dalam setiap fase dari fase Siklus Hidup Uji Perangkat Lunak. Di paruh pertama model kegiatan validasi pengujian terintegrasi dalam setiap fase seperti kebutuhan pengguna review, dokumen Sistem Desain & di babak berikutnya kegiatan pengujian Verifikasi datang dalam gambar.

Khas V-Model menunjukkan kegiatan Pengembangan Perangkat Lunak di sisi kiri dari model dan sisi kanan dari Fase Pengujian model yang sebenarnya dapat dilakukan.

Dalam proses ini “Do-Prosedur” akan diikuti oleh tim pengembang dan “Check-Prosedur” akan diikuti oleh tim pengujian untuk memenuhi persyaratan yang disebutkan.

Dalam siklus V-Model hidup pengembangan perangkat lunak langkah yang berbeda yang diikuti Namun di sini kita akan mengambil jenis yang paling umum dari V-model contoh. V-model biasanya terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut:

1. Unit Pengujian: Persiapan Kasus Uji Satuan
2. Integrasi Pengujian: Persiapan Uji Kasus Integrasi
3. Sistem Pengujian: Persiapan kasus uji Sistem
4. Penerimaan Pengujian: Persiapan Uji Kasus Penerimaan

V-model dikembangkan di Jerman untuk aplikasi pertahanan. Didalam V-model terdapat 3 kompomen  kerja yang pokok yakni Project Definition yakni mendefenisian project apa yang akan dibuat, Time yakni waktu yang dibutuhkan dalam pengimplementasiannya dan Project Test And Integration atau pengujian dan integrasi project tersebut.
Model ini berpusat pada user. Dimana pengulangan selalu dibutuhkan jika kebutuhan untuk user belum terpenuhi “ketidaktahuannya” tanpa harus memberikan software dengan lingkungan yang baru. Resiko pada setiap tahap dalam pengembangan dapat dikurangi dengan memahami kebutuhan user.
Didalam pendefenisian project terdapat aktivitas Concept Operation  (konsepsi project) yakni menentukan tujuan yang akan di capai dalam pembuatan project tersebut. Requirement and Architecture (persyaratan dan arsitektur) yakni harus dapat menjelaskan apa saja yang diinginkan dan diperlukan oleh user. Untuk itu diperlukan adanya psroses klarifikasi, perbaikan, penentuan kelengkapan, dan ruang lingkup. Sebagai masukannya dapat berupa dokumen persyaratan dan keluarannya adalah ketetapan persyaratan. Terdapat bermacam-macam persyaratan yang dapat dihasilkan :
·         Fungsional : menjelaskan tentang apa saja yang dapat dilakukan oleh system
·         Non fungsional : dapat berupa ukuran memori, jangka waktu respon.
·         Data : data apa saja yang perlu disimpan dan bagaimana penyimpanannya.
Detailed Design yakni memperincikan desain sebuah aplikasi yang akan dibuat.
Selanjutnya setelah Project tersebut telah ditetapkan maka Diimplementasikan lah atau di jalankan. Selanjutnya dalam tahap Project Test and Integration aplikasi/software yang telah dilakukan Integration test and Verification yang mana dalam tahap ini aplikasi yang telah diimplementasikan di lakukan verifikasi atau ditinjuau kegunaan nya apakah sesaui dengan kebutuhan user.
Selanjutnya Operation and Maintenance yakni melakukan perbaikan atas apa yg telah di verifikasi dan di sesuaikan dengan kebutuhan user. Dan pada akhirnya dalam model ini akan dilakukan proses Verivikasi  dan Validitas kepada user apakah sudah bekerja sesuai dengan yang diharapkan dan apakah rancangan sesuai dengan apa nyang diinginkan.

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: